Empat Jasa Bung Karno pada Dunia yang Akan Terus Dikenang
Penulis: by theo | Sabtu, 09 April 2016 | 09:05 WIB Dibaca: 170 kali


Mantan Presiden RI, Ir Soekarno

Sosok Ir Soekarno bukan hanya dikagumi oleh rakyatnya sendiri di Indonesia karena keberaniannya menentang segala bentuk penjajahan. Namun, Bung Karno -sapaan akrab Soekarno- ternyata begitu dianggap berjasa sehingga sangat dihormati dunia internasional.

Putra sang fajar banyak menggoreskan tinta emas selama kiprahnya menjadi nakhoda bangsa ini. Tak sedikit negara di dunia ini yang mengapresiasi apa yang menjadi gagasan atau ide-ide cemerlang dari sang orator ulung.

Okezone mencatat, setidaknya empat kali suami dari Fatmawati ini melontarkan keinginannya kepada suatu negara yang kemudian terealisasikan dan dianggap sebagai jasa besar yang bakal dikenang sepanjang masa. Berikut ini ulasan lengkapnya.

Menemukan Makam Imam Bukhari

Imam Bukhari merupakan sosok penting bagi umat Islam di dunia. Ya, ia adalah salah satu perawi hadits paling termasyhur selain Imam Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah maupun An Nasa'i. Ia berperan besar dalam mengisahkan jejak kehidupan Nabi Muhammad SAW. Namun, siapa sangka jika penemuan makam Imam Bukhari tak terlepas dari jasa Soekarno.

Penguasa tertinggi Uni Soviet (kini Rusia) kala itu, Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Soekarno ke Moskow pada tahun 1961. Putra sang fajar mau datang, asalkan Khrushchev dapat menemukan makam Imam Bukhari. Tanpa pikir panjang, Khrushchev menyuruh pasukan elitenya untuk menemukan makam yang dimaksud Bung Karno.

Pencarian itu pun menemui jalan buntu sehingga membuat Khrushchev kalang kabut. Sementara Bung Karno tetap teguh dalam pendiriannya, di mana jika makam yang dia maksud gagal ditemukan, maka dirinya ogah menginjakkan kaki ke Moskow.

Soviet kala itu memang sedang membutuhkan dukungan Indonesia melawan Amerika Serikat (AS). Akhirnya, dengan segala daya dan upaya Khrushchev memerintahkan pasukannya mengumpulkan informasi dari para sesepuh beragama Islam di sekitar Samarkand. Khrushchev pun girang bukan kepalang saat makam Imam Bukhari berhasil ditemukan dalam keadaan sangat tidak terawat.

Pentolan negeri beruang merah itu kemudian memerintahkan pasukannya membersihkan dan memugar makam Imam Bukhari sehingga nampak indah. Setelah semua persiapan itu beres, Khrushchev lalu menghubungi Bung Karno. Bung Karno akhirnya memenuhi janjinya mengunjungi Moskow dan menyempatkan diri berkunjung ke Samarkand pada 12 Juni 1961.

Menyelamatkan Universitas Al-Azhar

Bung Karno pernah menyelamatkan Universitas Al-Azhar dari ancaman penutupan oleh Presiden Mesir kala itu, Gamal Abdel Nasser. Ancaman penutupan itu berawal ketika Nasser melihat gelagat kalangan ulama Al-Azhar yang bergabung dengan kelompok Ikhwanul Muslimin dalam rangka 'mengusik' kekuasaannya.

Nah, Bung Karno yang mendengar niatan Presiden Gamal lantas berkunjung ke Mesir dalam rangka kunjungan kenegaraan pada tahun 1955 sekaligus membawa misi mempertanyakan langsung niat Nasser bersikukuh ingin menutup universitas kebanggaan rakyat Mesir itu.

Setelah keduanya bertemu dan terlibat dialog, akhirnya Presiden Gamal langsung mengurungkan niatnya menutup Al-Azhar. Sejarah mencatat, hubungan kedua negara ini memang sangat mesra. Sulit agaknya bagi Gamal menolak permintaan Soekarno saat itu.( okezone.com)

[ Kembali ]
Berita Lainnya
Mengagumkan, Ini Kesan Mendagri Tjahjo Terhadap Sosok HM Sani
KPK Minta Pemprov Riau Segera Fungsikan Stadion Utama
Warga Yogya Dukung Kemendes Tak Istimewakan Eks PNPM
HT: Banyak Korupsi Berlindung di Balik Hukum
Dana ke Daerah Harus Diawasi dengan Ketat
Politik
Hukrim
Wisata & Budaya
Advertorial
Ekbis
Pendidikan
Olahraga
Galeri
Riau
Nasional
Internasional
Opini
Redaksi
Indeks Berita
Indeks Headline
Indeks Terpopuler
@2013 Wahananusantara.com All Rights Reserved.