Seskab Pramono Anung, Sang Juru Lobi Presiden ke DPR
Penulis: by theo | Jumat, 02 Oktober 2015 | 10:48 WIB Dibaca: 257 kali



Jakarta - Keberadaan Pramono Anung sebagai Seskab sepertinya bisa membawa angin segar dari DPR ke Kabinet Kerja. Pramono memainkan peran Seskab yang berbeda dengan yang dimainkan Andi Widjajanto.

Kamis (1/10) kemarin, Pramono Anung datang ke Gedung DPR menemui Ketua DPR Setya Novanto. Pertemuan itu berlangsung satu jam.

Usai pertemuan, Pramono mengatakan pembicaraan dengan Novanto terkait dengan kinerja legislasi Pemerintah dan DPR, yang memang memprihatinkan. Politikus PDIP itu menuturkan ada sejumlah RUU yang mau diselesaikan secara bersama-sama antara Pemerintah dan DPR.

"Ada beberapa RUU yang kita diskusikan bersama. Apa rancangannya, saya tidak mau mendahului teman-teman DPR. Domain sepenuhnya di DPR," ujar Pramono, kemarin.

Selaras dengan yang disampaikan Pramono, Novanto juga mengatakan ada sejumlah RUU yang menjadi tanggung jawab pemerintah yang ingin segera diselesaikan. Lebih jauh Novanto mengungkap ada juga pembicaraan soal RAPBN 2016 yang telah diajukan Pemerintah dan segera dibahas DPR.

"Nafasnya agar sama. Satu tahun berjalan, mana yang bisa sama-sama kita lakukan dengan program-program. Dalam waktu dekat ada APBN. Mana prioritas dari pemerintah," ujarnya.

Pembahasan APBN di DPR setiap tahunnya selalu krusial. Jika DPR mempermasalahkan banyak poin, maka rancangan program yang sudah disusun Pemerintah bisa berantakan. Di sinilah pentingnya komunikasi antara Pemerintah dan DPR. Di sinilah pentingnya lobi yang sekarang dilancarkan Pramono ke DPR.

Novanto menyebut latar belakang Pramono yang lama di DPR bisa membuat proses sinergi lebih lancar. Pengalaman panjang Pramono di DPR membuat komunikasi Pemerintah dan lembaga wakil rakyat itu mengalir. Saat Pramono ditunjuk jadi Seskab pun, kalangan DPR ramai menyampaikan apresiasi.

Peran lobi-lobi ke DPR yang ditunjukkan Pramono kemarin, selama ini tak pernah dijalankan oleh mantan Seskab Andi Widjajanto. Akibatnya, komunikasi DPR dan Pemerintah, selain dengan Presiden, bisa dibilang buntu.

DPR bahkan harus 'teriak-teriak' meminta rapat konsultasi bersama Presiden. Semasa Andi Widjajanto menjabat Seskab, beberapa kali DPR meminta rapat konsultasi bareng Presiden.

Namun kini permintaan rapat bareng itu sudah jarang terdengar. Keberadaan Pramono yang hingga 11 Agustus 2015 lalu masih menjadi wakil rakyat seolah menjadi jaminan komunikasi legislatif dan eksekutif akan lancar.

 

sumber:detik.com

[ Kembali ]
Berita Lainnya
Mantan Napi Kasus Korupsi Pasang Iklan di Media Lokal
Tommy Soeharto Rindu Kedamaian Partai Golkar
Suriyanto Resmi Mendaftar ke Demokrat
SBY Minta Kader Fokus Kemenangan Pemilu 2019
Normansyah Optimis Dapat Dukungan Parpol
Politik
Hukrim
Wisata & Budaya
Advertorial
Ekbis
Pendidikan
Olahraga
Galeri
Riau
Nasional
Internasional
Opini
Redaksi
Indeks Berita
Indeks Headline
Indeks Terpopuler
@2013 Wahananusantara.com All Rights Reserved.