Nelwaty Sebut Surat Anjuran Pegawai Mediator Sudah Tepat
SETELAH BOSS SUSHI TEI, HARY SAPUTRA RAMPUNGKAN BAP, KINI GILIRAN MANAGER NYA DIPERIKSA POLISI.
Penulis: By Teo | Minggu, 07 Juni 2015 | 08:07 WIB Dibaca: 4588 kali


foto:riaubisnis.com - Harry Syaputra No 3 dari kanan

PEKANBARU.  Sempat tak hadir pada panggilan pertama yang telah dijadwalkan pada hari senin 04/05/2015 , akhirnya Boss Restoran Sushi Tei, Harry Saputra jalani pemeriksaan penyidik reserse Kriminal khusus Polda Riau, senin 09/05/2015 lalu.  dan untuk melengkapi  Berita Acara (BAP) tersebut , Harry telah diperiksa kembali Pada Jumat 15/05/2015, kemarin.

“ Kita sudah rampungkan BAP nya, berikutnya akan kita minta keterangan Ahli”, sebut  penyidik, saat diminta keterangan oleh wartawan.

Pemeriksaan kasus dugaan penggelapan dan pelanggaran terhadap peraturan perburuhan yang terjadi di perusahaan Kuliner ala Jepang itu ternyata berlanjut hingga manegernya pun ikut diperiksa.

Informasi yang dapat dihimpun wahananusantara.com, bahwa salah seorang manager Restoran Sushi Tei Pekanbaru yang berinisial A telah mendapat surat panggilan dari Penyidik Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, telah diterima Sabtu, 06/06/2015 lalu.

Sebagaimana  telah ramai diberitakan diberbagai Media cetak maupun Media Elektronik  tentang perlakuan sewenang-wenang pihak Restoran Sushi Tei terhadap puluhan karyawannya, sehingga salah seorang karyawannya , Rifqi Zulham memberanikan diri melaporkan perusahaan tersebut terkait upah yang tidak dibayar serta dugaan pengelapan hak- hak termasuk penahanan Ijazah.

Penyelidikan terhadap Boss Restoran ala Jepang itu, berdasarkan surat Laporan Polisi nomor : STPL/10/I/2015/SPKT/RIAU  tentang dugaan pelanggaran Undang-Undang ketenagakerjaan dan penggelapan serta pelanggaran terhadap Undang- Undang nomor : 24 tahun 2011  Tentang  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan.  Untuk itu polisi bertindak sigab melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana tersebut.

“ Anehkan, setiap terima gajian tidak pernah memakai slip gaji, hanya transfer kerekening, tapi tak pernah cukup sebagaimana yang diperjanjikan. Tidak hanya dari sisi gaji saja yang dirugikan, perlindungan kesehatanpun diakali.  Sudah jelas dikontrak dicantumkan adanya fasilitas BPJS yang iurannya dipotong dari gaji, tapi kenyataannya kalau berobat harus mencari sendiri rumah sakit dan bayar sendiri tanpa penggantian biaya perobatan “. Keluh Rifqi, saat mengadukan halnya dikantor wahananusantara. Com, sabtu 06/06/2015.

Kasus yang sudah menyita banyak perhatian masyarakat Riau khususnya masyarakat Pekanbaru itu berawal dari penolakan Rifqi melakukan sumpah Al qur’an.  Walaupun ada surat keterangan sakit dari dokter   namun pihak perusahaan tidak mengakuinya. Kecuali karyawan tersebut mau bersumpah Al Qur’an.

Oleh karena syarat itu dianggap keterlaluan maka ia menolaknya.  penolakan itu ternyata harus dibayar mahal oleh sang karyawan. Karena akibatnya  ia mendapat  surat peringatan pertama dari perusahaan Sushi Tei. Dari sinilah pangkal penyebab pemutusan kontrak kerja yang dilakukan secara sepihak oleh Manajemen Sushi Tei terhadap Rifqi.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Dinas Tenaga Kerja kota Pekanbaru telah melakukan mediasi  sehubungan pemutusan kontrak kerja sepihak itu. Hasil Tripartit itu akhirnya Disnaker mengeluarkan surat  anjuran nomor : Naker/C.4/565/1432/XII/2014  agar pihak Restoran Sushi Tei membayar seluruh sisa kontrak dan  Ijazah  yang ditahan agar dikembalikan.

Surat anjuran tersebut dengan tegas telah dibenarkan oleh Kepala Bidang Perselisihan Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Nelwati, SH.

“ Surat anjuran yang dikeluarkan itu sudah tepat, petugas mediator tentunya sudah mendalami kasusnya dan saya sudah membaca isinya, itu sudah benar”, tegas Nelwati, saat dikonfirmasi wartawan dikantornya, Jumat, 08/05/2015, Lalu.

Ditempat berbeda, ketua LSM LP-TRI Provinsi Riau, Toronazo zebua menyampaikan rasa keperihatinannya atas keadaan yang dialami para buruh direstoran Sushi Tei yang dinakhodai oleh anak pemilik toko Yanmar tersebut.

“ kita sungguh prihatin  adanya keluhan buruh tentang  waktu kerja hingga larut tengah malam, termasuk bagi karyawan wanita. Tidak hanya itu, karyawan juga mengeluhkan fasilitas kesehatan yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan dalam kontrak kerja seharusnya mereka mendapat kepesertaan dari BPJS  ternyata sudah hampir setahun belum diberikan kartu kesehatan. Pihak Sushi Tei hanya membuat potongan kertas seolah sebagai kartu berobat yang hanya bisa digunakan untuk  di klinik yang telah ditentukan”, sebut Zebua, sambil menunjukkan potongan kertas yang digunakan untuk berobat ke klinik.  

“Yang lebih ironisnya lagi”, tambah Zebua, “perusahaan memasang  kamera CCTV di ruang Toilet. Hal ini  saya pandang tindakan yang berlebihan. Apapun alasannya hal itu tak dapat dibenarkan, karena buruh itu kan manusia yang memiliki hak privasi. Anehkan, toilet itu sengaja dibuat diruang tertutup, kok malah dipasang kamera”, ujar Zebua, dengan nada heran.

“ kita akan surati Dinas Tenaga Kerja dan Wali Kota tentang berbagai permasalahan di Restoran Sushi Tei dan sudah seberapa jauh penanganan oleh pemerintah atas laporan buruh tersebut.  Jangan sampai ada exploitasi buruh hanya karena perusahaan ingin mengambil keuntungan sebesar- besarnya”, jelas Zebua kepada wartawan, minggu, 07/06/2015.

 

 

 

 

 

[ Kembali ]
Berita Lainnya
Gubri Lantik Bupati dan Wakil Bupati Rohil
Jadi Tersangka Korupsi, Bupati Terpilih Rohul Tetap Akan Dilantik
Prestasi! Untuk kesekian kalinya kerja keras Pemkab Kepulauan Meranti mendapat apresiasi
MANAGEMENT SUSHI TEI PASANG KAMERA PEREKAM CCTV DI RUANG TOILET
HINDARI BAYAR PESANGON, BOSS PT. RICRY POLISIKAN KARYAWAN
Politik
Hukrim
Wisata & Budaya
Advertorial
Ekbis
Pendidikan
Olahraga
Galeri
Riau
Nasional
Internasional
Opini
Redaksi
Indeks Berita
Indeks Headline
Indeks Terpopuler
@2013 Wahananusantara.com All Rights Reserved.